Nanti, aku akan melanjutkan skenario ini. Sedangkan aku mengunggah banyak cerita. Aku bingung, aku mati dalam keramaian. Sendiri, lusuh dan menatap sedih yang memanggil di tepian. Walau aku mati, aku mengais setiap mimpi yang kau beri. "Tuhan padamkanlah aku...", oh itu.
Bagaikan akau yang merusak tajuk diatas nafas. Tak perduli kau menyuruhku merangkai lutut di atas luka yang meredamkan aku atasnya. Aku mati.
Jumat, 06 Desember 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar