Tampilkan postingan dengan label Agustus'13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agustus'13. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Malam 31 Agustus



Mereka bermain di kegelapan...
Selepas duduk tertahan...
Melepas risau kenamanya...
Namun, aku mencari memorinya...
Tentang apa dapat apanya?

Terang menjelma...
Menerawangi dari sisi mereka...
Lalu tumpah setelahnya...

“Hal terburuk, ketika aku memegang air, hahaha...” Tulismu pada surel...

kemarin hari berubah...
Kemudian tenggelam dalam katamu..
Mungkin tak kau tanyakan...
“ Bolehkah aku? “ kemudian berlari dengan tangismu...
Sementara kau menangis...
Aku pulang...

Mereka bahagia di kegelapan...
Dan entah mengapa...
Susu ini menjadi tawar...
Lalu Menjadi gila di pekarangan...
Tanpa memikirkan Keadaan...
Menekan di setiap kelingking mereka...

“ Apakah aku tenang?”

Berjalan menatap ke atas...
Yang memudar warna birunya...
Persis ketika anak-anak mengecat langit...
Menghitam.,, Oh ini...
Segitukah aku???ya
Menelusuri maknanya...

Disebuah rumah tua...
Aku berikut dengan makna...
Kembali pulang, percuma...
Mengupas sedihku...
Dan disaat hujan turun...
Disitulah aku menangis...

Sabtu, 31 Agustus 2013

Sakral



Tiga langkah Tepat berdiri...
Menghias makna yang terpendam
Semu melihatnya, lihat semunya...
Pada deretan pintu yang aral...
Yang menumpuk lemah ditengahnya...

Pagar berkarat dan bekas serpihannya...
Merintih pilu setelahnya.., dan
Memberi cincin tak bermata..
Selari menggelitik dibilik-bilik...
Lalu menyeringai setelahnya...

Lihatlah..
Sunset mengintip dari balik kelambu...
Menjarak jerit dipagar itu...
Jangan kau tanya, apa? Mengapa?
Sama kau dapat percuma...
Mubazir saja kau tuang...
Ingat,
Dan sekarat kembali ke cincin itu...
Lebih baik untukku, ya...

Rabu, 28 Agustus 2013

Malam sedang apa?

Malam sedang apa?
Duduk diam menumpuk tanya...
Kalau diam menghujam diri...
Bagaimana dalihnya berkata??
Sedang apa?
Tenanglah...

Menghilang di tepian...
Lalu berdiri dekat pagar berkarat...
dan Butiran Bohlam yang kusam...
Bercahaya lemah menyongsong masuk...
Sedang apa? Malam?

Lalu...
Apa yang kau lihat?
Tanpa melarang tumbuh berkembang...
Disudut-sudut kusam...
Dipucuk-pucuk malam...
Bersamaan dengan itu...
Sebuah nada terdengar renyah...

“Aku kenal! Ya!”

Kapan lagi malam?
Tenanglah...
Selagi tak ada hujan...
Menghiasi sudut-sudut kusam...
Dengarkan..















Senin, 26 Agustus 2013

Hitam



Sunyi merangsak naik ke atas pentas...
Alunan seni berdawai sempurna...
Terngiang niat tak sempurna...

“Tiada malam yang sempurna”

 lalu malam bertanya...
“Kenapa hitam?”

“Maaf”
Bulan berdalih pasti...
“Ini beda bukan aku!”
“Maaf”
Bulan serak bersuara...
“Kenapa hitam? Kenapa ? Ini bukan aku!”
“Maaf”
Bulan perlahan menunduk...

“Kenapa hitam?? kenapa dunia hitam??”

mencatat apa kata bulan...
“Tidakkah lihat?”
Merevisi segala yang ada...

“Kenapa hitam? Hey!!”
hujan turun perlahan...
Tapi apa kata hujan?

Karena kata aku...
Hitam??
Pikirlah.!!!

“Kapan ini berakhir?”
Kau tanya hujan..

Selasa, 20 Agustus 2013

Sore Hari


Teruslah aku memandang...
Jauh...
Hingga aku tergulai dalam lemahku...
Liar...
Nadiku tak bersemedi...
Bergeming menuju cercahannya...
Berjuang kekal sebelum senja mengusut...
Dan memandang lagi...

Bohlam mulai menyala...
Tanda matahari melarikan diri...
Namun yang kutunggu...
Hah..., Sudahlah...
Mungkin ini jalannya...
Bergerilya di belakangnya...
Ya, Begitulah seharusnya...

Tahu apa tahu...
Mengenal sedikit saja...
Tapi “kata”nya sama...

“Tuhan ini ya..” perlahan melemah...

Sore mulai memurattalkan diri...
Ini gawat, hari akan segera berakhir...
Tapi itu semua hatiku yang mengatakan...
Sedang aku duduk diam disini...

Perlahan di timur mengelam...
Air mata menetes...
Tapi aku,diam, tersenyum...
Masih sama...

Hah, iming-iming bodoh itu...
Takberguna sekarang...
Dan jangan bergurau!!!
Maaf...

Angin mulai membelai halus...
Dan ini sudah mulai berakhir...
Tanpa awan..
Seperti apakah jadinya malam...??
Pikirlah..
Tapi aku masih mengharapkan ini...
Harapan di sore ini...

“ Ketika kakimu mulai merajut langkah untuk kesini, menyertakan awan dalam dirimu, mengembangkan senyum terindahmu, menoleh ke arahku dengan tatapan matamu datang menyapa...”

Dan engkau mulai berkata
“ Selamat sore...” Senyummu menyapa...

Itu akan indah bagiku...
Meskipun shubuh mulai mejelang...