Arti yang
ada sekarang ini, adalah jalan pada seutas tali pada daun jendela yang
lama tak terbuka. Sebenarnya aku sendiri meminum arti aku pahit yang
dibuatkannya untukku. Sengaja, namun pada akhirnya aku terhadapkan di
bibir cangkir yang kau sungguhi. Aku terduduk di sebuah garis
pembatas yang kau nilai untuk aku. Ya aku mungkin.
Tapi
bolehkah aku meminta ? Ku mau ku tak akan kembali lagi karenamu atau
dari jeritanmu. Aku hanya ingin yang itu saja sama dengan yang
sebelumnya. Maka kutulis “Menyesal”.