Jumat, 20 Desember 2013

Tuhan


     Arti yang ada sekarang ini, adalah jalan pada seutas tali pada daun jendela yang lama tak terbuka. Sebenarnya aku sendiri meminum arti aku pahit yang dibuatkannya untukku. Sengaja, namun pada akhirnya aku terhadapkan di bibir cangkir yang kau sungguhi. Aku terduduk di sebuah garis pembatas yang kau nilai untuk aku. Ya aku mungkin.
      Tapi bolehkah aku meminta ? Ku mau ku tak akan kembali lagi karenamu atau dari jeritanmu. Aku hanya ingin yang itu saja sama dengan yang sebelumnya. Maka kutulis “Menyesal”.