Tidak ada mirai di jendela
atau seseruput cahaya
ia melepas alas dampalnya (secara tak terdengar)
dengan tangan rajin yang menyimaknya.
Lalu dia tersenyum (mungkin untukku)
adalah waktu yang larau, dari senyumnya
yang aku tahu
di alis matamu, kekasih
tempias hujan menulis malam.
Demikianlah, surat senyummu yang
melintas sebentar, lantas hilang bersama dirimu.
-2014-
# Puisi Laila