Tidak ada yang datang
Selain matamu yang kuundang membaca puisiku
Tidak ada yang masuk
Selain anak kata yang berseluncuran di pikiranmu
Tidak ada yang menemukanku
Selain tanda tanya yang asik menyimakmu
Apa yang lebih tidak sopan?
Daripada kuku dan buku yang bertemu
Ketika mati-matian aku berusaha menuliskanmu
Yang sedang terlampau lambat
Membentang keraguan akan mengasihi diri lain
Dan aku yang terlalu cepat
Mengajakmu membaca puisi ini
Tidak ada yang lebih penakut daripada puisiku
Meski kau yang selalu dihantui kalender waktu
Kemudian tergesa-gesa membawa sisa usia
Kepada pesta tanpa ada lawan bicara
Kepada aku yang selalu menghadirkan tanda tanya baru
Sebentar,
Aku ingin ke selasar puisi
Untuk mendengar seberapa samar
Hujan yang sedang kesasar
Sebelum tamat
Aku ingin berkhidmat
Pada akhir baris puisi ini
Juga pada baris-baris yang belum rapi
Dan belum sempat aku bubuhi dan kasihi
Dihari kau sedang bersuka hati
Selamat kembali
(2019)
0 komentar:
Posting Komentar