Aku pernah membaca
Jalan-jalan yang pernah dilupakan Tuhan
Kepada tangan-tangan kerinduan
Malam-malam sederhana
Mendatangkanmu
Menggantung di pintu;
Isi dari seluruh kepalaku
Yang kaku dan bisu
Tuhan membuka pagar
Mengetuk daun pintu dengan tangan gemetar
Buru-buru aku keluar
Membawa berlembar-lembar surat kabar
Karena kedatangan tuan besar
Kudengar ia tersasar
Hingga terkapar
Oleh rasa rindu yang samar-samar pudar
Samar-samar kudengar, ia masuk kedalam layar kamar
Disantapnya aku dengan rasa lapar, yang paling sangar
Tiba-tiba ia membayar, harga tubuhku yang begitu tegar
Dan benar-benar sabar
(2019)
0 komentar:
Posting Komentar