Rabu, 11 September 2013

Binar


Dari sekian tetesan luka...
Memulai adanya paduan...
Disetiap jari yang berandai...
Mengenang apakah bersulang derita...
Meninggalkan lembaran cerita...
Menghadap binarnya...

Menyentuh lirih suaraku...
Mengurung dingin tak berketuanan...
Mengusung kelingking di pelupuk mereka...
Dalam melukis serpihan di ubun-ubun...
Melempar suka di lebatnya hujan...
Tanpa berbisik menghitung detiknya...
Sampai kepada kenyataan baru...
Yang dirangkumnya sekalian malam...
Yang dirapikannya sekalian tenang...
Dengan berlayarkan realita tua
Yang dirancangnya sekalian luka...

“ Tak ada ceria dibalik cerita, menurutmu ”

Berkeringat disurutnya Cahaya...
Yang hanya bersandar pada lampu templok...
Begini duduknya disana...
Menghampiri getir dikala pudar...
Sebelum terkulai disampingnya...
Seperti tidur membuka mata...

Kini merekam mimpi yang sudah-sudah...
Beraduk Mencampur rata telah...
Lalu membuka satu-satu disetiapnya...
Tanpa merevisi lagi...
Mengulang cerita dari raupannya...
Disela gelisah tertumpah ruah...
Ia merangkak disetiap arogansi...
Lalu tertuju disebaliknya...
Mengutara serangan dingin...
Sedang apakah aku disana?
Dengan binarnya...

0 komentar: