Yang memulai adanya senyuman...
Pada secangkir canda yang hangat...
Lewat sepertiga putihnya malam...
Yang tercatat pada kalender bulanan...
Lalu mengusung janji ditengahnya...
Awam berkata...
"Hitam tetap hitam"
Tapi pemikir berkata...
"Putihnya hitam"
Lalu terdiam bersama pada kata "berakhir"
Dan dalam setiap tulisan...
Memulai adanya sebuah kata kunci...
Yang dijadikannya kedalam malam...
Sembari merajuk ditepian jalan...
Lalu berkata...
"Bodoh! tak pernah hitam menjadi putih"
Itu menurutmu...
Tapi, coba kau lihat hitam dari sebuah titik balik...
Putih bukan?
Siapa yang bodoh?
0 komentar:
Posting Komentar